Sabtu, 27 Desember 2025

Memanfaatkan Kayu terbuang Pembukaan Lahan untuk Konservasi Tanah Yang Berbukit / Bergelombang


Memanfaatkan kayu terbuang (atau sisa biomassa lain) yang ditempatkan mengikuti kontur adalah salah satu teknik konservasi yang sangat efektif, murah, dan langsung bisa diterapkan. Itu adalah tindakan pertama yang harus dilakukan.


Mengapa Menghambat Erosi dengan Kayu/Biomassa itu LUAR BIASA dan HARUS DILAKUKAN?

1. Immediate Action : Ini adalah solusi segera untuk menghentikan "pendarahan" lahan.      Tanah yang hanyut adalah tanah subur yang hilang selamanya. Menghambat erosi = mempertahankan apa yang masih ada.


2. Low Cost & Local Wisdom : Memanfaatkan bahan lokal (kayu, ranting, batang pisang, dsb) yang terbuang. Ini prinsip konservasi secara mekanis/fisik.


3. Membuat "Teras Alami": Barisan kayu/batang yang mengikuti kontur akan memperlambat aliran air, menjebak sedimen, dan secara bertahap membentuk teras. Ini disebut "barrier vegetative" atau "filter strip".

4. Awal dari Siklus Organik: Kayu yang membusuk akan menjadi pintu masuk bahan organik ke tanah, memperbaiki struktur tanah di tempat itu.


Jadi, dalam konteks lahan podsolik perbukitan Murung Raya yang sudah terbuka :

Langkah #1 adalah KONSERVASI FISIK: Gunakan kayu, batu, membuat rorak, atau apapun untuk mengendalikan aliran air permukaan SEBELUM berpikir untuk menanam.

Mengapa Tetap Perlu Memodifikasi Tanah (Tambah Kapur & Bahan Organik)?

Kedua tindakan ini menjawab masalah yang berbeda, namun saling melengkapi.

1. Konservasi HANYA Menjaga yang Ada: Bayangkan kita berhasil menghentikan erosi. Kita masih punya media tumbuh yang sangat asam dan miskin hara. Tanah podsolik tetap punya pH 4.5, Alumunium tinggi, dan KTK rendah. Tanaman pangan/perkebunan komersial tidak akan tumbuh optimal di media seperti itu. Hasilnya bisa gagal atau sangat rendah.

2. Modifikasi Tanah untuk "Hidupkan" Kesuburan: Pengapuran menetralkan racun Al3+ dan meningkatkan ketersediaan hara. Bahan organik meningkatkan kapasitas tanah menyimpan air dan hara (KTK), serta memberi makan kehidupan mikroba tanah. Ini mengubah tanah yang "tandus" menjadi "siap ditanami".

Simbiosis Mutualisme: Konservasi fisik melindungi kapur dan pupuk yang kita tebarkan agar tidak hanyut. Sebaliknya, tanaman yang tumbuh subur berkat perbaikan tanah akan memiliki sistem perakaran yang kuat dan kanopi yang lebat, yang pada gilirannya akan memperkuat struktur tanah dan mencegah erosi lebih lanjut.

-----------------------------------------------------------------------------------------------

KONSERVASI dulu untuk selamatkan lahan, lalu PERBAIKI KIMIA TANAH secara lokal di titik tanam untuk dapatkan hasil. Tanpa konservasi, pupuk dan kapur hanyut. Tanpa perbaikan tanah, tanaman merana.



Senin, 10 November 2025

PANDUAN SEDERHANA PERUBAHAN IKLIM - KASUS : MURUNG RAYA, KALIMANTAN TENGAH

1. APA ITU PERUBAHAN IKLIM

Perubahan iklim adalah pergeseran jangka panjang pola cuaca bumi, termasuk suhu, curah hujan, dan musim, yang berlangsung selama puluhan hingga ratusan tahun. 

Di Murung Raya dan wilayah tropis lain, perubahan iklim terlihat dari : musim hujan tidak menentu, suhu meningkat, banjir, tanah longsor dan kekeringan ekstrem, serta kebakaran hutan.


2. KENAPA TERJADI PERUBAHAN IKLIM

Perubahan iklim disebabkan oleh peningkatan gas rumah kaca (GRK) yang menahan panas matahari di atmosfer. 

Penyebab global : pembakaran bahan bakar fosil, deforestasi, pertanian intensif, dan polusi industri. 

Penyebab lokal : pembakaran lahan, aktivitas tambang, dan hilangnya hutan tropis di Murung Raya.




3. KAPAN DAMPAKNYA TERASA 

Dampak perubahan iklim sudah terjadi sekarang : musim tidak menentu, suhu meningkat, banjir, tanah longsor, kebakaran lahan sering terjadi, dan tanaman seperti tanaman pangan , buah buahan dan kakao serta kopi menjadi lebih rentan terhadap penyakit. 




4. BAGAIMANA MENGHADAPI DAN MENGURANGINYA 

 A. Mitigasi (Mengurangi Penyebabnya) : 

 • Menanam pohon dan menjaga hutan             (reboisasi, agroforestri). 

 • Pertanian tanpa bakar dan penggunaan kompos alami. 

 • Pemanfaatan energi bersih (tenaga surya, mikrohidro, biogas). 

 • Mengurangi sampah dan polusi energi. 

 • Melindungi daerah resapan air. 


B. Adaptasi (Menyesuaikan Diri) : 

 • Menyesuaikan pola tanam dan varietas tahan panas. 

 • Membangun sistem penampungan air hujan. 

 • Menanam tanaman peneduh dan kebun campur. 

 • Menghidupkan kembali kearifan lokal tentang alam. 

 • Edukasi masyarakat tentang perubahan iklim



5. SIAPA YANG BERPERAN 

 Masyarakat : menjaga hutan dan menerapkan pertanian ramah lingkungan. 

 Pemerintah : menegakkan aturan lingkungan dan tata ruang hijau. 

 Sekolah : menyebarkan pendidikan perubahan iklim. 

 Lembaga adat : melestarikan kearifan lokal. 

 Industri : bertanggung jawab terhadap lingkungan (CSR hijau). 


 6. PESAN KUNCI UNTUK MURUNG RAYA 

Menjaga hutan berarti menjaga iklim, air, dan kehidupan

Perubahan iklim bukan ancaman jauh, tetapi proses yang sedang terjadi sekarang. Setiap   pohon yang  ditanam, setiap api yang tidak dibakar, dan setiap sumber air yang dijaga   adalah langkah kecil untuk  menjaga masa depan Murung Raya dan bumi.



Jumat, 10 Oktober 2025

TANAH MASAM BISA MEMBUAT POHON SULIT BERBUAH

Tanah masam (pH rendah, biasanya <5,5) bisa menjadi salah satu penyebab pohon sulit berbuah. 

Beberapa hal yang terjadi pada tanah masam yang bisa mempengaruhi pembungaan dan pembuahan pohon :

  1. Ketersediaan unsur hara terbatas

    • Fosfor (P), kalsium (Ca), dan magnesium (Mg) yang penting untuk pembungaan akan terikat sehingga sulit diserap tanaman.

    • Sebaliknya, unsur beracun seperti aluminium (Al) dan besi (Fe) bisa larut berlebih sehingga meracuni akar.

  2. Pertumbuhan akar terganggu
    Tanah masam sering membuat akar tanaman pendek dan dangkal, sehingga penyerapan air dan nutrisi berkurang.

  3. Kelebihan nitrogen relatif
    Dalam kondisi tanah masam, kadang pohon tumbuh subur daunnya (vegetatif), tapi enggan berbunga karena keseimbangan hara terganggu.

  4. Mikroorganisme tanah terhambat
    Bakteri pengurai bahan organik dan penambat nitrogen kurang aktif pada tanah masam, sehingga kesuburan tanah berkurang.

Untuk mengatasinya biasanya dilakukan:

  • Pengapuran (dolomit/kaptan/kalsit) untuk menaikkan pH tanah.

  • Penambahan bahan organik matang agar tanah lebih gembur dan mikroba tanah hidup.

  • Pemupukan seimbang (tidak hanya nitrogen, tapi juga P dan K).

✅ Tanah masam bisa jadi faktor kuat mengapa pohon sulit berbuah, tapi biasanya bukan satu-satunya penyebab. Ada juga faktor lain seperti varietas pohon, umur, pemangkasan, cahaya, dan air.

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Dengan kondisi tanah podzolik (seperti kebanyakan di Murung Raya) :

📌 Karakter tanah podzolik

  • Umumnya masam (pH 4,0–5,5).

  • Kandungan Al & Fe tinggi → bisa mengikat fosfat, bikin pohon susah berbunga/berbuah.

  • Kalsium & Magnesium rendah, padahal penting untuk pembungaan.

📌 Dosis kapur (dolomit/kaptan) untuk menaikkan pH

  • Kalau pH tanah ±4,5 → butuh sekitar 1,5–2 ton/ha.

  • Kalau pH tanah ±5,0 → cukup 0,5–1 ton/ha.

  • Untuk kebun kecil:

    • 100 m² (10 x 10 m) butuh ± 10–20 kg kapur.

    • 1 lubang pohon bisa ditabur 0,5–1 kg kapur lalu dicampur tanah.

📌 Cara aplikasi 

  1. Taburkan kapur merata di permukaan tanah sekitar perakaran (± sejauh tajuk pohon).

  2. Aduk ringan dengan tanah (jangan sampai merusak akar).

  3. Lakukan 1–2 bulan sebelum pemupukan NPK atau pupuk organik → biar pH sudah netral dulu.

  4. Ulangi tiap 2–3 tahun sekali, karena hujan deras bisa melindi (mencuci) kapur.

📌 Tips tambahan

  • Pilih kapur dolomit kalau bisa, karena selain menetralkan tanah juga menambah Mg.

  • Setelah pengapuran, beri pupuk organik (kompos/pupuk kandang matang) supaya tanah lebih gembur dan subur.

  • Untuk pohon buah (klengkeng, mangga, sawo, alpukat), pH ideal di kisaran 5,5–6,5.

✅ Pengapuran bukan hanya menetralkan asam, tapi juga “membuka jalan” supaya pupuk lain lebih efektif diserap.

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Selain dolomit atau kaptan (kapur pertanian), ada beberapa bahan alami sekitar yang bisa dipakai untuk menetralisir tanah masam — walau efeknya tidak sekuat kapur :

🌱 Bahan yang bisa dipakai

  1. Abu kayu / abu dapur

    • Mengandung kalsium (Ca), kalium (K), dan sedikit magnesium (Mg).

    • Bisa menetralkan tanah masam sekaligus menambah unsur hara.

    • Cara pakai: taburkan tipis di sekitar perakaran, jangan terlalu banyak karena bisa terlalu basa.

  2. Cangkang telur / kerang / siput

    • Kaya kalsium karbonat (CaCO₃), sama seperti kapur.

    • Harus dihancurkan halus dulu biar cepat bereaksi.

    • Efeknya lambat tapi cukup stabil.

  3. Arang sekam / biochar

    • Tidak sekuat kapur, tapi bisa menahan asam, memperbaiki porositas tanah, dan
      mendukung mikroba baik.

    • Bagus untuk jangka panjang, terutama dicampur dengan kompos.

  4. Pupuk kandang matang / kompos

    • Bukan penetral langsung, tapi bahan organik bisa mengikat Al & Fe berlebih yang


      membuat tanah terasa lebih “ramah” bagi akar.

    • Dipakai rutin akan memperbaiki struktur tanah dan menurunkan efek keasaman.

  5. Tepung tulang (bone meal)

    • Sumber fosfor dan kalsium.

    • Efeknya mirip kapur tapi lebih lambat dan biasanya dipakai dalam dosis kecil.


Kamis, 25 September 2025

Rencana Membuka & Mengelola Ladang

 

Rencana Membuka & Mengelola Ladang

1. Tujuan & Perencanaan Awal

  • Tentukan tujuan utama: untuk pangan keluarga, komersial, atau campuran.

  • Tentukan luas lahan yang akan digarap.

  • Pilih jenis tanaman sesuai kebutuhan (misalnya padi ladang, jagung, singkong, sayuran, kakao, kopi, hortikultura).

2. Survey Lokasi & Kondisi Lahan

  • Periksa jenis tanah (misalnya podzolik, masam → perlu pengapuran/dolomit).

  • Amati ketersediaan air (sumber hujan, sungai kecil, tadah hujan).

  • Periksa pencahayaan: pastikan lahan cukup sinar matahari.

  • Identifikasi potensi gulma, semak, atau kayu keras yang harus dibersihkan.

3. Pengolahan Lahan

  • Bersihkan semak, rerumputan, dan sisa pohon secukupnya (bisa ditebas, jangan dibakar berlebihan).

  • Buat jalur/jalan kecil untuk akses.

  • Jika memungkinkan, buat teras sederhana (untuk lahan miring) atau parit kecil (untuk drainase).

4. Peningkatan Kualitas Tanah

  • Tebar kapur/dolomit bila tanah terlalu masam.

  • Tambahkan pupuk kandang/kompos.

  • Gunakan mulsa alami (daun kering, ranting) untuk menjaga kelembaban.

5. Penentuan Pola Tanam

  • Monokultur: 1 jenis tanaman (misalnya padi ladang penuh).

  • Polikultur / Tumpangsari: kombinasi tanaman, misalnya:

    • Jagung + kacang tanah (saling mendukung).

    • Kakao/kopi di bawah naungan pisang/jengkol.

  • Rotasi tanaman setiap musim untuk menjaga kesuburan.

6. Jadwal Tanam

  • Sesuaikan dengan musim hujan & kemarau.

  • Buat kalender sederhana: kapan buka lahan, tanam, pupuk, dan panen.

7. Perawatan

  • Lakukan penyiangan gulma secara berkala.

  • Pupuk susulan organik/abu sekam.

  • Kendalikan hama dengan cara alami (misalnya ekstrak daun mimba, tembakau, serai).

8. Panen & Pascapanen

  • Tentukan waktu panen optimal tiap tanaman.

  • Siapkan tempat pengeringan hasil (untuk padi/jagung).

  • Simpan sebagian hasil untuk benih musim berikutnya.

9. Keberlanjutan

  • Sisakan beberapa pohon besar untuk pelindung & menjaga ekosistem.

  • Buat kebun campur/pekarangan kecil untuk sayuran cepat panen.

  • Terapkan sistem agroforestri: pohon + tanaman pangan + tanaman tahunan.


Contoh Rencana Ladang 1 Hektar

🔹 1. Pembagian Lahan

  • 0,5 ha → padi ladang (pangan pokok).

  • 0,3 ha → jagung + kacang tanah (tumpangsari, memperbaiki tanah dengan nitrogen).

  • 0,2 ha → tanaman tahunan: kakao + pisang (pisang cepat panen, kakao investasi jangka panjang).

🔹 2. Jadwal Kegiatan

  • Bulan 1–2 → buka lahan, tebas semak, tebar dolomit + pupuk kandang.

  • Bulan 3 → tanam padi ladang sebelum hujan turun.

  • Bulan 3–4 → tanam jagung + kacang tanah.

  • Bulan 4–5 → tanam kakao + sisipkan pisang.

  • Bulan 6–10 → perawatan rutin (penyiangan, pemupukan organik, kontrol hama).

  • Bulan 7–8 → panen jagung & kacang.

  • Bulan 9–10 → panen padi ladang.

  • Bulan 12 dst. → pisang mulai bisa dipanen; kakao mulai menghasilkan di tahun 3–4.

🔹 3. Perawatan & Pemeliharaan

  • Gunakan abu sisa kayu bakar untuk tambahan unsur K (kalium).

  • Gulma dipotong dan ditinggalkan di tanah sebagai mulsa.

  • Buat pagar hidup dengan tanaman gamal atau lamtoro (sekalian bisa jadi pupuk hijau).

🔹 4. Hasil yang Diharapkan (per hektar, perkiraan kasar)

  • Padi ladang → 2–3 ton gabah.

  • Jagung → 2 ton pipilan kering.

  • Kacang tanah → 0,7 ton.

  • Pisang → 200–300 sisir/tahun mulai tahun ke-2.

  • Kakao → 800–1000 kg biji kering/tahun mulai tahun ke-4.


Rencana Rotasi Tanaman 1 Hektar

📍 Pembagian Lahan Awal

  • 0,5 ha → Padi ladang

  • 0,3 ha → Jagung + kacang tanah (tumpangsari)

  • 0,2 ha → Kakao + pisang (tanaman tahunan, tetap di tempatnya)


🗓️ Siklus 3 Tahun (Setiap Musim Hujan – Kemarau)

Tahun 1

  • Blok A (0,5 ha – Padi ladang)
    Tanam padi ladang → hasil pangan pokok.

  • Blok B (0,3 ha – Jagung + kacang tanah)
    Tanam jagung + kacang tanah → kacang memperbaiki tanah dengan nitrogen.

  • Blok C (0,2 ha – Kakao + pisang)
    Kakao + pisang tetap, hanya perlu perawatan.


Tahun 2

  • Blok A (bekas padi ladang)
    Tanam jagung + kacang tanah → mengistirahatkan tanah dari padi, tetap produktif.

  • Blok B (bekas jagung + kacang)
    Tanam padi ladang → mendapat sisa nitrogen dari kacang tanah tahun lalu.

  • Blok C
    Kakao + pisang tetap, bisa disisipkan sayur cepat panen (terung, cabai).


Tahun 3

  • Blok A (bekas jagung + kacang)
    Tanam ubi kayu/singkong + kacang tanah → tanaman umbi memperbaiki struktur tanah.

  • Blok B (bekas padi ladang)
    Tanam jagung + kacang hijau → menjaga variasi dan kesuburan.

  • Blok C
    Kakao + pisang sudah mulai berproduksi → bisa ditambah tanaman penutup tanah (kacang tanah/penutup hijau).


🔁 Tahun 4 dan seterusnya

  • Rotasi diulang kembali: Padi → Jagung/Kacang → Umbi → kembali ke Padi.

  • Kakao & pisang semakin dominan, sehingga ladang perlahan berubah menjadi kebun campur (agroforestri).


🌱 Keuntungan Rotasi Ini

  1. Kesuburan tanah terjaga → karena ada tanaman kacang (pengikat N) & umbi (memperbaiki struktur).

  2. Hama & penyakit tidak menumpuk → siklus berbeda mencegah serangan berulang.

  3. Pendapatan berlapis → ada hasil jangka pendek (padi, jagung, kacang), menengah (pisang), dan jangka panjang (kakao).

  4. Tanah tidak cepat rusak → cocok untuk podzolik masam, apalagi jika ditambah kompos/abu.



Senin, 15 September 2025

MEMBUAT PUPUK BOOSTER CAIR DARI BAHAN ORGANIK

Pupuk booster cair adalah jenis 

pupuk khusus yang dirancang untuk

mempercepat fase generatif tanaman,

yaitu tahap pembungaan dan 

pembuahan. Pupuk ini membantu

tanaman memproduksi bunga lebih

banyak dan buah lebih cepat, berbeda

dengan pupuk dasar yang fokus pada pertumbuhan vegetatif. 


Manfaat pupuk booster cair meliputi : 

1. Meningkatkan pertumbuhan dan produktivitas tanaman. 

2. Meningkatkan ketahanan tanaman terhadap stres lingkungan. 

3. Meningkatkan kualitas hasil panen. Memaksimalkan jumlah bunga dan kualitas buah.


Penggunaan pupuk booster cair menjadi solusi praktis bagi petani dan penghobi tanaman

yang ingin panen melimpah tanpa harus menunggu terlalu lama.


Resep Booster Organik Serbaguna (Pembungaan & Pembuahan)

Bahan utama :

  • Abu sekam / abu kayu → kaya kalium (K)

  • Tepung tulang / tepung ikan / cangkang telur dibakar & ditumbuk → sumber fosfor (P)

  • Air kelapa tua → mengandung sitokinin, hormon pemicu bunga & pembelahan sel

  • Gula merah cair / molase → makanan mikroba fermentasi

  • Air cucian beras → sumber mikro nutrien

Cara membuat :

  1. Campur:

    • 1 kg abu sekam

    • 0,5 kg tepung tulang/ikan (atau cangkang telur bakar halus)

    • 1 liter air kelapa

    • 200 g gula merah cair

    • 5 liter air cucian beras

  2. Masukkan ke jerigen, tutup rapat (beri pipa kecil/selang untuk buang gas kalau ada).

  3. Fermentasikan 2–3 minggu, aduk tiap 3 hari.

  4. Siap digunakan.

Cara pakai :

  • Penyiraman akar : encerkan 1:10 → siram 1–2 liter per pohon (tergantung ukuran).

  • Penyemprotan daun : encerkan 1:20 → semprot merata pada daun & batang muda.

  • Aplikasi 2–3 kali menjelang musim berbunga.


Catatan khusus tiap tanaman:

  • Kelengkeng → booster ini sangat membantu, apalagi jika diikuti dengan stres air ringan (dikurangi penyiraman beberapa minggu).

  • Mangga → bisa ditambah lebih banyak abu (K tinggi penting untuk pembentukan bunga & buah).

  • Sawo → cukup pakai dosis ringan, karena sawo umumnya rajin berbunga. Booster ini lebih memperkuat kualitas buah.

  • Alpukat → gunakan lebih encer (1:15 untuk siram, 1:30 untuk semprot), karena alpukat agak sensitif terhadap fermentasi pekat.