Selasa, 14 April 2026

10 Jenis Tanaman Yang Ditanam Sekali Namun Dapat Menjadi Sumber Makanan Berkali kali


10 jenis tanaman yang memiliki kemampuan regenerasi tinggi, sehingga sekali ditanam, tanaman tersebut dapat memberikan hasil panen berkali-kali, sangat baik ditanam di sekitar pekarangan untuk memenuhi kebutuhan sehari hari. Berikut adalah daftarnya: 

1. Pohon Pisang : Memiliki siklus regenerasi alami melalui tunas-tunas baru yang tumbuh di sekitar pohon induk, sehingga lahan tidak pernah kosong. 

2. Kelor : Dikenal sebagai superfood yang semakin subur saat sering dipangkas daunnya. 

3. Kangkung : Menggunakan teknik "potong-tumbuh", di mana batang yang disisakan 5-7 cm dari tanah akan menumbuhkan tunas baru. 

4. Bayam Brazil : Tanaman tangguh yang bisa dipanen berkali-kali dan mudah diperbanyak melalui stek batang.

5. Cabai : Tanaman menahun yang tetap produktif dengan pemangkasan ringan dan pemupukan setelah panen. 

6. Daun Bawang : Bisa terus tumbuh dengan memotong bagian hijaunya saja, sementara bagian akar dan pangkal putih tetap tertanam. 

7. Serai : Tumbuh membentuk rumpun besar; cukup ambil batang di bagian pinggir untuk panen berkelanjutan. 

8. Kemangi : Semakin sering dipetik pucuknya, tanaman akan semakin rimbun. Penting untuk memangkas kuncup bunga agar tanaman fokus memproduksi daun. 

9. Seledri : Panen dengan mengambil daun luar, biarkan bagian pusat tanaman tetap utuh untuk pertumbuhan daun baru. 

10. Katuk : Mirip kelor, pemangkasan rutin akan merangsang pertumbuhan tunas baru yang lebih lebat. 

 

Sabtu, 27 Desember 2025

Memanfaatkan Kayu terbuang Pembukaan Lahan untuk Konservasi Tanah Yang Berbukit / Bergelombang


Memanfaatkan kayu terbuang (atau sisa biomassa lain) yang ditempatkan mengikuti kontur adalah salah satu teknik konservasi yang sangat efektif, murah, dan langsung bisa diterapkan. Itu adalah tindakan pertama yang harus dilakukan.


Mengapa Menghambat Erosi dengan Kayu/Biomassa itu LUAR BIASA dan HARUS DILAKUKAN?

1. Immediate Action : Ini adalah solusi segera untuk menghentikan "pendarahan" lahan.      Tanah yang hanyut adalah tanah subur yang hilang selamanya. Menghambat erosi = mempertahankan apa yang masih ada.


2. Low Cost & Local Wisdom : Memanfaatkan bahan lokal (kayu, ranting, batang pisang, dsb) yang terbuang. Ini prinsip konservasi secara mekanis/fisik.


3. Membuat "Teras Alami": Barisan kayu/batang yang mengikuti kontur akan memperlambat aliran air, menjebak sedimen, dan secara bertahap membentuk teras. Ini disebut "barrier vegetative" atau "filter strip".

4. Awal dari Siklus Organik: Kayu yang membusuk akan menjadi pintu masuk bahan organik ke tanah, memperbaiki struktur tanah di tempat itu.


Jadi, dalam konteks lahan podsolik perbukitan Murung Raya yang sudah terbuka :

Langkah #1 adalah KONSERVASI FISIK: Gunakan kayu, batu, membuat rorak, atau apapun untuk mengendalikan aliran air permukaan SEBELUM berpikir untuk menanam.

Mengapa Tetap Perlu Memodifikasi Tanah (Tambah Kapur & Bahan Organik)?

Kedua tindakan ini menjawab masalah yang berbeda, namun saling melengkapi.

1. Konservasi HANYA Menjaga yang Ada: Bayangkan kita berhasil menghentikan erosi. Kita masih punya media tumbuh yang sangat asam dan miskin hara. Tanah podsolik tetap punya pH 4.5, Alumunium tinggi, dan KTK rendah. Tanaman pangan/perkebunan komersial tidak akan tumbuh optimal di media seperti itu. Hasilnya bisa gagal atau sangat rendah.

2. Modifikasi Tanah untuk "Hidupkan" Kesuburan: Pengapuran menetralkan racun Al3+ dan meningkatkan ketersediaan hara. Bahan organik meningkatkan kapasitas tanah menyimpan air dan hara (KTK), serta memberi makan kehidupan mikroba tanah. Ini mengubah tanah yang "tandus" menjadi "siap ditanami".

Simbiosis Mutualisme: Konservasi fisik melindungi kapur dan pupuk yang kita tebarkan agar tidak hanyut. Sebaliknya, tanaman yang tumbuh subur berkat perbaikan tanah akan memiliki sistem perakaran yang kuat dan kanopi yang lebat, yang pada gilirannya akan memperkuat struktur tanah dan mencegah erosi lebih lanjut.

-----------------------------------------------------------------------------------------------

KONSERVASI dulu untuk selamatkan lahan, lalu PERBAIKI KIMIA TANAH secara lokal di titik tanam untuk dapatkan hasil. Tanpa konservasi, pupuk dan kapur hanyut. Tanpa perbaikan tanah, tanaman merana.



Senin, 10 November 2025

PANDUAN SEDERHANA PERUBAHAN IKLIM - KASUS : MURUNG RAYA, KALIMANTAN TENGAH

1. APA ITU PERUBAHAN IKLIM

Perubahan iklim adalah pergeseran jangka panjang pola cuaca bumi, termasuk suhu, curah hujan, dan musim, yang berlangsung selama puluhan hingga ratusan tahun. 

Di Murung Raya dan wilayah tropis lain, perubahan iklim terlihat dari : musim hujan tidak menentu, suhu meningkat, banjir, tanah longsor dan kekeringan ekstrem, serta kebakaran hutan.


2. KENAPA TERJADI PERUBAHAN IKLIM

Perubahan iklim disebabkan oleh peningkatan gas rumah kaca (GRK) yang menahan panas matahari di atmosfer. 

Penyebab global : pembakaran bahan bakar fosil, deforestasi, pertanian intensif, dan polusi industri. 

Penyebab lokal : pembakaran lahan, aktivitas tambang, dan hilangnya hutan tropis di Murung Raya.




3. KAPAN DAMPAKNYA TERASA 

Dampak perubahan iklim sudah terjadi sekarang : musim tidak menentu, suhu meningkat, banjir, tanah longsor, kebakaran lahan sering terjadi, dan tanaman seperti tanaman pangan , buah buahan dan kakao serta kopi menjadi lebih rentan terhadap penyakit. 




4. BAGAIMANA MENGHADAPI DAN MENGURANGINYA 

 A. Mitigasi (Mengurangi Penyebabnya) : 

 • Menanam pohon dan menjaga hutan             (reboisasi, agroforestri). 

 • Pertanian tanpa bakar dan penggunaan kompos alami. 

 • Pemanfaatan energi bersih (tenaga surya, mikrohidro, biogas). 

 • Mengurangi sampah dan polusi energi. 

 • Melindungi daerah resapan air. 


B. Adaptasi (Menyesuaikan Diri) : 

 • Menyesuaikan pola tanam dan varietas tahan panas. 

 • Membangun sistem penampungan air hujan. 

 • Menanam tanaman peneduh dan kebun campur. 

 • Menghidupkan kembali kearifan lokal tentang alam. 

 • Edukasi masyarakat tentang perubahan iklim



5. SIAPA YANG BERPERAN 

 Masyarakat : menjaga hutan dan menerapkan pertanian ramah lingkungan. 

 Pemerintah : menegakkan aturan lingkungan dan tata ruang hijau. 

 Sekolah : menyebarkan pendidikan perubahan iklim. 

 Lembaga adat : melestarikan kearifan lokal. 

 Industri : bertanggung jawab terhadap lingkungan (CSR hijau). 


 6. PESAN KUNCI UNTUK MURUNG RAYA 

Menjaga hutan berarti menjaga iklim, air, dan kehidupan

Perubahan iklim bukan ancaman jauh, tetapi proses yang sedang terjadi sekarang. Setiap   pohon yang  ditanam, setiap api yang tidak dibakar, dan setiap sumber air yang dijaga   adalah langkah kecil untuk  menjaga masa depan Murung Raya dan bumi.



Jumat, 10 Oktober 2025

TANAH MASAM BISA MEMBUAT POHON SULIT BERBUAH

Tanah masam (pH rendah, biasanya <5,5) bisa menjadi salah satu penyebab pohon sulit berbuah. 

Beberapa hal yang terjadi pada tanah masam yang bisa mempengaruhi pembungaan dan pembuahan pohon :

  1. Ketersediaan unsur hara terbatas

    • Fosfor (P), kalsium (Ca), dan magnesium (Mg) yang penting untuk pembungaan akan terikat sehingga sulit diserap tanaman.

    • Sebaliknya, unsur beracun seperti aluminium (Al) dan besi (Fe) bisa larut berlebih sehingga meracuni akar.

  2. Pertumbuhan akar terganggu
    Tanah masam sering membuat akar tanaman pendek dan dangkal, sehingga penyerapan air dan nutrisi berkurang.

  3. Kelebihan nitrogen relatif
    Dalam kondisi tanah masam, kadang pohon tumbuh subur daunnya (vegetatif), tapi enggan berbunga karena keseimbangan hara terganggu.

  4. Mikroorganisme tanah terhambat
    Bakteri pengurai bahan organik dan penambat nitrogen kurang aktif pada tanah masam, sehingga kesuburan tanah berkurang.

Untuk mengatasinya biasanya dilakukan:

  • Pengapuran (dolomit/kaptan/kalsit) untuk menaikkan pH tanah.

  • Penambahan bahan organik matang agar tanah lebih gembur dan mikroba tanah hidup.

  • Pemupukan seimbang (tidak hanya nitrogen, tapi juga P dan K).

✅ Tanah masam bisa jadi faktor kuat mengapa pohon sulit berbuah, tapi biasanya bukan satu-satunya penyebab. Ada juga faktor lain seperti varietas pohon, umur, pemangkasan, cahaya, dan air.

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Dengan kondisi tanah podzolik (seperti kebanyakan di Murung Raya) :

📌 Karakter tanah podzolik

  • Umumnya masam (pH 4,0–5,5).

  • Kandungan Al & Fe tinggi → bisa mengikat fosfat, bikin pohon susah berbunga/berbuah.

  • Kalsium & Magnesium rendah, padahal penting untuk pembungaan.

📌 Dosis kapur (dolomit/kaptan) untuk menaikkan pH

  • Kalau pH tanah ±4,5 → butuh sekitar 1,5–2 ton/ha.

  • Kalau pH tanah ±5,0 → cukup 0,5–1 ton/ha.

  • Untuk kebun kecil:

    • 100 m² (10 x 10 m) butuh ± 10–20 kg kapur.

    • 1 lubang pohon bisa ditabur 0,5–1 kg kapur lalu dicampur tanah.

📌 Cara aplikasi 

  1. Taburkan kapur merata di permukaan tanah sekitar perakaran (± sejauh tajuk pohon).

  2. Aduk ringan dengan tanah (jangan sampai merusak akar).

  3. Lakukan 1–2 bulan sebelum pemupukan NPK atau pupuk organik → biar pH sudah netral dulu.

  4. Ulangi tiap 2–3 tahun sekali, karena hujan deras bisa melindi (mencuci) kapur.

📌 Tips tambahan

  • Pilih kapur dolomit kalau bisa, karena selain menetralkan tanah juga menambah Mg.

  • Setelah pengapuran, beri pupuk organik (kompos/pupuk kandang matang) supaya tanah lebih gembur dan subur.

  • Untuk pohon buah (klengkeng, mangga, sawo, alpukat), pH ideal di kisaran 5,5–6,5.

✅ Pengapuran bukan hanya menetralkan asam, tapi juga “membuka jalan” supaya pupuk lain lebih efektif diserap.

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Selain dolomit atau kaptan (kapur pertanian), ada beberapa bahan alami sekitar yang bisa dipakai untuk menetralisir tanah masam — walau efeknya tidak sekuat kapur :

🌱 Bahan yang bisa dipakai

  1. Abu kayu / abu dapur

    • Mengandung kalsium (Ca), kalium (K), dan sedikit magnesium (Mg).

    • Bisa menetralkan tanah masam sekaligus menambah unsur hara.

    • Cara pakai: taburkan tipis di sekitar perakaran, jangan terlalu banyak karena bisa terlalu basa.

  2. Cangkang telur / kerang / siput

    • Kaya kalsium karbonat (CaCO₃), sama seperti kapur.

    • Harus dihancurkan halus dulu biar cepat bereaksi.

    • Efeknya lambat tapi cukup stabil.

  3. Arang sekam / biochar

    • Tidak sekuat kapur, tapi bisa menahan asam, memperbaiki porositas tanah, dan
      mendukung mikroba baik.

    • Bagus untuk jangka panjang, terutama dicampur dengan kompos.

  4. Pupuk kandang matang / kompos

    • Bukan penetral langsung, tapi bahan organik bisa mengikat Al & Fe berlebih yang


      membuat tanah terasa lebih “ramah” bagi akar.

    • Dipakai rutin akan memperbaiki struktur tanah dan menurunkan efek keasaman.

  5. Tepung tulang (bone meal)

    • Sumber fosfor dan kalsium.

    • Efeknya mirip kapur tapi lebih lambat dan biasanya dipakai dalam dosis kecil.


10 Jenis Tanaman Yang Ditanam Sekali Namun Dapat Menjadi Sumber Makanan Berkali kali

10 jenis tanaman yang memiliki kemampuan regenerasi tinggi, sehingga sekali ditanam, tanaman tersebut dapat memberikan hasil panen berkali-k...