Beberapa hal yang terjadi pada tanah masam yang bisa mempengaruhi pembungaan dan pembuahan pohon :
-
Ketersediaan unsur hara terbatas
-
Fosfor (P), kalsium (Ca), dan magnesium (Mg) yang penting untuk pembungaan akan terikat sehingga sulit diserap tanaman.
-
Sebaliknya, unsur beracun seperti aluminium (Al) dan besi (Fe) bisa larut berlebih sehingga meracuni akar.
-
-
Pertumbuhan akar terganggu
Tanah masam sering membuat akar tanaman pendek dan dangkal, sehingga penyerapan air dan nutrisi berkurang. -
Kelebihan nitrogen relatif
Dalam kondisi tanah masam, kadang pohon tumbuh subur daunnya (vegetatif), tapi enggan berbunga karena keseimbangan hara terganggu. -
Mikroorganisme tanah terhambat
Bakteri pengurai bahan organik dan penambat nitrogen kurang aktif pada tanah masam, sehingga kesuburan tanah berkurang.
Untuk mengatasinya biasanya dilakukan:
-
Pengapuran (dolomit/kaptan/kalsit) untuk menaikkan pH tanah.
-
Penambahan bahan organik matang agar tanah lebih gembur dan mikroba tanah hidup.
-
Pemupukan seimbang (tidak hanya nitrogen, tapi juga P dan K).
✅ Tanah masam bisa jadi faktor kuat mengapa pohon sulit berbuah, tapi biasanya bukan satu-satunya penyebab. Ada juga faktor lain seperti varietas pohon, umur, pemangkasan, cahaya, dan air.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Dengan kondisi tanah podzolik (seperti kebanyakan di Murung Raya) :
📌 Karakter tanah podzolik
-
Umumnya masam (pH 4,0–5,5).
-
Kandungan Al & Fe tinggi → bisa mengikat fosfat, bikin pohon susah berbunga/berbuah.
-
Kalsium & Magnesium rendah, padahal penting untuk pembungaan.
📌 Dosis kapur (dolomit/kaptan) untuk menaikkan pH
-
Kalau pH tanah ±4,5 → butuh sekitar 1,5–2 ton/ha.
-
Kalau pH tanah ±5,0 → cukup 0,5–1 ton/ha.
-
Untuk kebun kecil:
-
100 m² (10 x 10 m) butuh ± 10–20 kg kapur.
-
1 lubang pohon bisa ditabur 0,5–1 kg kapur lalu dicampur tanah.
-
📌 Cara aplikasi
Taburkan kapur merata di permukaan tanah sekitar perakaran (± sejauh tajuk pohon).
-
Aduk ringan dengan tanah (jangan sampai merusak akar).
-
Lakukan 1–2 bulan sebelum pemupukan NPK atau pupuk organik → biar pH sudah netral dulu.
-
Ulangi tiap 2–3 tahun sekali, karena hujan deras bisa melindi (mencuci) kapur.
📌 Tips tambahan
-
Pilih kapur dolomit kalau bisa, karena selain menetralkan tanah juga menambah Mg.
-
Setelah pengapuran, beri pupuk organik (kompos/pupuk kandang matang) supaya tanah lebih gembur dan subur.
-
Untuk pohon buah (klengkeng, mangga, sawo, alpukat), pH ideal di kisaran 5,5–6,5.
✅ Pengapuran bukan hanya menetralkan asam, tapi juga “membuka jalan” supaya pupuk lain lebih efektif diserap.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Selain dolomit atau kaptan (kapur pertanian), ada beberapa bahan alami sekitar yang bisa dipakai untuk menetralisir tanah masam — walau efeknya tidak sekuat kapur :
🌱 Bahan yang bisa dipakai
-
Abu kayu / abu dapur
-
Mengandung kalsium (Ca), kalium (K), dan sedikit magnesium (Mg).
-
Bisa menetralkan tanah masam sekaligus menambah unsur hara.
-
Cara pakai: taburkan tipis di sekitar perakaran, jangan terlalu banyak karena bisa terlalu basa.
-
-
Cangkang telur / kerang / siput
Kaya kalsium karbonat (CaCO₃), sama seperti kapur.
-
Harus dihancurkan halus dulu biar cepat bereaksi.
-
Efeknya lambat tapi cukup stabil.
-
Arang sekam / biochar
-
Tidak sekuat kapur, tapi bisa menahan asam, memperbaiki porositas tanah, dan
mendukung mikroba baik. -
Bagus untuk jangka panjang, terutama dicampur dengan kompos.
-
-
Pupuk kandang matang / kompos
-
Bukan penetral langsung, tapi bahan organik bisa mengikat Al & Fe berlebih yang
membuat tanah terasa lebih “ramah” bagi akar. -
Dipakai rutin akan memperbaiki struktur tanah dan menurunkan efek keasaman.
-
-
Tepung tulang (bone meal)
-
Sumber fosfor dan kalsium.
-
Efeknya mirip kapur tapi lebih lambat dan biasanya dipakai dalam dosis kecil.
-







Tidak ada komentar:
Posting Komentar