Jumat, 10 Oktober 2025

TANAH MASAM BISA MEMBUAT POHON SULIT BERBUAH

Tanah masam (pH rendah, biasanya <5,5) bisa menjadi salah satu penyebab pohon sulit berbuah. 

Beberapa hal yang terjadi pada tanah masam yang bisa mempengaruhi pembungaan dan pembuahan pohon :

  1. Ketersediaan unsur hara terbatas

    • Fosfor (P), kalsium (Ca), dan magnesium (Mg) yang penting untuk pembungaan akan terikat sehingga sulit diserap tanaman.

    • Sebaliknya, unsur beracun seperti aluminium (Al) dan besi (Fe) bisa larut berlebih sehingga meracuni akar.

  2. Pertumbuhan akar terganggu
    Tanah masam sering membuat akar tanaman pendek dan dangkal, sehingga penyerapan air dan nutrisi berkurang.

  3. Kelebihan nitrogen relatif
    Dalam kondisi tanah masam, kadang pohon tumbuh subur daunnya (vegetatif), tapi enggan berbunga karena keseimbangan hara terganggu.

  4. Mikroorganisme tanah terhambat
    Bakteri pengurai bahan organik dan penambat nitrogen kurang aktif pada tanah masam, sehingga kesuburan tanah berkurang.

Untuk mengatasinya biasanya dilakukan:

  • Pengapuran (dolomit/kaptan/kalsit) untuk menaikkan pH tanah.

  • Penambahan bahan organik matang agar tanah lebih gembur dan mikroba tanah hidup.

  • Pemupukan seimbang (tidak hanya nitrogen, tapi juga P dan K).

✅ Tanah masam bisa jadi faktor kuat mengapa pohon sulit berbuah, tapi biasanya bukan satu-satunya penyebab. Ada juga faktor lain seperti varietas pohon, umur, pemangkasan, cahaya, dan air.

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Dengan kondisi tanah podzolik (seperti kebanyakan di Murung Raya) :

📌 Karakter tanah podzolik

  • Umumnya masam (pH 4,0–5,5).

  • Kandungan Al & Fe tinggi → bisa mengikat fosfat, bikin pohon susah berbunga/berbuah.

  • Kalsium & Magnesium rendah, padahal penting untuk pembungaan.

📌 Dosis kapur (dolomit/kaptan) untuk menaikkan pH

  • Kalau pH tanah ±4,5 → butuh sekitar 1,5–2 ton/ha.

  • Kalau pH tanah ±5,0 → cukup 0,5–1 ton/ha.

  • Untuk kebun kecil:

    • 100 m² (10 x 10 m) butuh ± 10–20 kg kapur.

    • 1 lubang pohon bisa ditabur 0,5–1 kg kapur lalu dicampur tanah.

📌 Cara aplikasi 

  1. Taburkan kapur merata di permukaan tanah sekitar perakaran (± sejauh tajuk pohon).

  2. Aduk ringan dengan tanah (jangan sampai merusak akar).

  3. Lakukan 1–2 bulan sebelum pemupukan NPK atau pupuk organik → biar pH sudah netral dulu.

  4. Ulangi tiap 2–3 tahun sekali, karena hujan deras bisa melindi (mencuci) kapur.

📌 Tips tambahan

  • Pilih kapur dolomit kalau bisa, karena selain menetralkan tanah juga menambah Mg.

  • Setelah pengapuran, beri pupuk organik (kompos/pupuk kandang matang) supaya tanah lebih gembur dan subur.

  • Untuk pohon buah (klengkeng, mangga, sawo, alpukat), pH ideal di kisaran 5,5–6,5.

✅ Pengapuran bukan hanya menetralkan asam, tapi juga “membuka jalan” supaya pupuk lain lebih efektif diserap.

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Selain dolomit atau kaptan (kapur pertanian), ada beberapa bahan alami sekitar yang bisa dipakai untuk menetralisir tanah masam — walau efeknya tidak sekuat kapur :

🌱 Bahan yang bisa dipakai

  1. Abu kayu / abu dapur

    • Mengandung kalsium (Ca), kalium (K), dan sedikit magnesium (Mg).

    • Bisa menetralkan tanah masam sekaligus menambah unsur hara.

    • Cara pakai: taburkan tipis di sekitar perakaran, jangan terlalu banyak karena bisa terlalu basa.

  2. Cangkang telur / kerang / siput

    • Kaya kalsium karbonat (CaCO₃), sama seperti kapur.

    • Harus dihancurkan halus dulu biar cepat bereaksi.

    • Efeknya lambat tapi cukup stabil.

  3. Arang sekam / biochar

    • Tidak sekuat kapur, tapi bisa menahan asam, memperbaiki porositas tanah, dan
      mendukung mikroba baik.

    • Bagus untuk jangka panjang, terutama dicampur dengan kompos.

  4. Pupuk kandang matang / kompos

    • Bukan penetral langsung, tapi bahan organik bisa mengikat Al & Fe berlebih yang


      membuat tanah terasa lebih “ramah” bagi akar.

    • Dipakai rutin akan memperbaiki struktur tanah dan menurunkan efek keasaman.

  5. Tepung tulang (bone meal)

    • Sumber fosfor dan kalsium.

    • Efeknya mirip kapur tapi lebih lambat dan biasanya dipakai dalam dosis kecil.