BOOSTER TANAMAN BUAH
Membuat booster tanaman buah secara alami sangat efektif untuk merangsang pembungaan dan mencegah kerontokan buah tanpa menggunakan bahan kimia sintetis.
Berikut adalah beberapa racikan populer yang bisa Anda buat sendiri di rumah :
1. Booster Telur dan Micin (Populer & Mudah)
Racikan ini sering disebut sebagai "pupuk ajaib" karena kandungan asam amino dari telur dan nutrisi dari MSG sangat cepat merangsang tanaman berbuah.
Bahan : 1-2 butir telur ayam atau bebek (bebek lebih baik) --- 1 sendok makan MSG atau micin (misal: Ajinomoto atau Sasa) --- 1 liter air bersih (non-kaporit).
Cara Membuat : Kocok telur dan micin hingga larut sempurna. Campurkan ke dalam 1 liter air. Aduk rata dan larutan bisa langsung digunakan atau difermentasi selama 3-7 hari untuk hasil lebih maksimal.
2. Booster Air Kelapa dan Yakult (Pupuk Organik Cair)
Ramuan ini kaya akan kalium alami dari air kelapa dan mikroba pengurai dari Yakult.
Bahan : 900 ml - 1 liter air kelapa (lebih baik kelapa muda) --- 1 botol Yakult (sebagai pengganti EM4) --- 2 butir telur --- 2 sendok makan micin --- Gula merah/aren yang sudah dihaluskan (secukupnya).
Cara Membuat : Campur telur, micin, gula merah, dan Yakult, kocok hingga rata. Masukkan campuran tersebut ke dalam botol besar berisi air kelapa. Proses Fermentasi: Simpan selama 1 bulan di tempat teduh. Buka tutup botol setiap hari selama 2-5 menit untuk mengeluarkan gas agar tidak meledak.
3. Booster Air Cucian Beras dan Kulit Pisang
Bahan-bahan ini kaya akan Kalium (K) dan Fosfor (P) yang merupakan nutrisi utama untuk pembentukan buah.
Bahan : Air cucian beras pertama (sekitar 1 liter) --- Potongan kulit pisang (3-5 buah) --- Molase atau gula sebagai makanan bakteri (1-2 sendok).
Cara Membuat : Masukkan semua bahan ke dalam wadah tertutup. Diamkan selama 1-2 minggu agar terjadi fermentasi alami. Saring larutan sebelum digunakan.
Cara Pengaplikasian
Kocor/Siram : Larutkan booster ke dalam air dengan perbandingan 1:10 (misal: 100 ml pupuk dicampur 1 liter air) dan siramkan pada media tanam.
Semprot : Gunakan dosis lebih encer (perbandingan 1:30) dan semprotkan pada daun atau batang tanaman di pagi hari. Waktu: Aplikasikan 1-2 kali seminggu saat tanaman memasuki masa generatif (masa siap berbunga).

Komentar
Posting Komentar