DAMPAK PRAKTIK TEBANG DAN BAKAR

Praktik tebang dan bakar memang murah dan cepat untuk membuka lahan, tetapi dampaknya sangat merugikan: jangka pendek menimbulkan kabut asap, hilangnya flora-fauna, serta gangguan kesehatan; jangka panjang menyebabkan erosi, penurunan kesuburan tanah, hilangnya keanekaragaman hayati, dan perubahan iklim mikro maupun global.

🌱 Dampak Jangka Pendek

  • Kabut asap Mengganggu pernapasan masyarakat, menimbulkan ISPA, iritasi mata, dan mengganggu transportasi darat, sungai, laut, maupun udara.

  • Hilangnya flora dan fauna Kebakaran langsung memusnahkan tumbuhan dan satwa di area terbakar.

  • Perubahan sifat tanah Panas pembakaran mengubah struktur fisik, kimia, dan biologi tanah; unsur hara cepat terlepas sehingga kesuburan menurun.

  • Gangguan sosial-ekonomi Asap menghambat aktivitas ekonomi, pendidikan, dan mobilitas masyarakat.

🌍 Dampak Jangka Panjang

  • Erosi tanah Vegetasi hilang → tanah terbuka → mudah terhantam hujan → partikel tanah hanyut, kesuburan menurun.

  • Penurunan produktivitas tanah Unsur hara hilang, organisme tanah terganggu, rantai makanan dan siklus hara rusak.

  • Kehilangan keanekaragaman hayati Populasi tumbuhan dan hewan berkurang drastis, ekosistem hutan tidak stabil lagi.

  • Perubahan iklim mikro dan global Asap dan gas rumah kaca meningkatkan pemanasan global, mengubah pola hujan dan suhu lokal.

  • Kerugian lintas negara Kabut asap melintasi batas negara, mengganggu Malaysia, Singapura, Brunei, dan Filipina.





Komentar

Postingan populer dari blog ini

MEMBUAT PUPUK BOOSTER CAIR DARI BAHAN ORGANIK

KAWASAN HUTAN DI KECAMATAN SERIBU RIAM DAN UUT MURUNG, KABUPATEN MURUNG RAYA

KAWASAN HUTAN DI KECAMATAN PERMATA INTAN, SUMBER BARITO, SUNGAI BABUAT, TANAH SIANG, LAUNG TUHUP DAN BARITO TUHUP RAYA KABUPATEN MURUNG RAYA